Teknik SEO yang Sudah Ketinggalan Jaman

Search Engine Optimization sekarang ini seolah sudah menjadi suatu ilmu yang banyak dikagumi dan dicari berbagai perusahaan. Tidak sedikit orang yang dijuluki – atau mengakui dirinya – master SEO. Tidak ada salahnya, kok. Memang pada kenyataannya, tidak banyak para pelaku SEO yang sangat memahami cara terbaik untuk mengoptimasi sebuah website.

Hanya saja, landscape search, terutama Google, yang terus berkembang menyebabkan seorang pelaku SEO harus terus mengembangkan tekniknya agar mencapai hasil maksimal, dengan kerja yang efisien.

Berikut ini adalah teknik SEO yang sudah ketinggalan jaman dan tidak seharusnya dilakukan lagi:

 

1. Pengulangan keyword dalam konten

Keyword density

Loh? Hal ini tentu saja menyebabkan sebagian dari Anda bertanya-tanya. Bukannya SEO itu all about keyword? Bahkan tools atau software SEO apapun, akan memberikan score dan rekomendasi berdasarkan keyword density dalam sebuah konten. Bahkan tools sekelas Moz juga memberikan saran untuk memasukkan keyword dalam konten yang dibuat. Hal ini bukannya salah, tetap memerlukan teknik yang sebetulnya lebih advance dari sekedar memasukkan keyword dan menghitung keyword density yang ditargetkan dalam sebuah konten.

Pengulangan keyword yang digunakan dari tahun 90’an mungkin bisa membantu performa web page, akan tetapi masih ada banyak factor lain yang harus dipertimbangkan ketika melakukan optimasi konten. Google ingin melihat dokumen atau konten yang secara cerdas menggunakan kata dan kalimat secara semantic dan logis. Hal ini merupakan system yang dikembangkan untuk memberikan hasil pencarian terbaik bagi pengguna Google. Dengan teknologi inilah Google mempertahankan posisinya sebagai mesin pencari yang terbaik untuk penggunanya. Untuk mendapat hasil maksimal dari optimasi keyword dan topic, yang justru harus diperhatikan adalah:

  1. Relevansi konten dengan topik yang dibahas
  2. Sertakan jawaban yang membantu pembaca
  3. Sertakan informasi yang akurat dan kredibel

 

2. Asumsi bahwa backlink lebih penting daripada on page optimization

Poin sederhana ini seringkali dilupakan ketika menjalankan SEO. Sebagai pelaku SEO, penting untuk meninggalkan cara pikir bias antara link dan konten yang masih melekat. Terutama sebelum adanya update algoritma Hummingbird, halaman web yang memiliki banyak backlink menggunakan anchor text memang mendominasi hasil pencarian. Teknik ini banyak digunakan dan memang terbukti berhasil. Namun dengan adanya perkembangan algoritma Google, optimasi on page merupakan factor yang dinilai lebih bernilai ketimbang jumlah backlink karena dinilai memberikan nilai lebih kepada pembaca.

3. Melupakan pentingnya membangun kredibilitas secara organic

Tahun 2012, Wikipedia dan website besar lainnya mendominasi hasil pencarian hanya dengan meningkatkan link authority. Tentu saja domain authority masih memilki perana penting saat ini, namun bukan hanya dari sisi  . Terdapat elemen topical authority dan expertise dalam algoritma Google yang juga ikut berperan.

Contohnya, dalam bidang SEO, website Moz memiliki kredibilitas yang tinggi karena sudah dikaitkan dengan topic tersebut. Dengan tingginya kredibilitas dan otoritas Moz dalam bidang SEO, database Google mengasosiasikan Moz dengan kata kunci atau keyword yang berkaitan dengan SEO, atau TechCrunch dengan bidang teknologi, dan banyak lainnya. Disini, brand association ternyata memiliki peran ketika Google menentukan ranking sebuah halaman web.

Mengoptimasi sebuah halaman untuk keyword yang ditargetkan bukan hanya on page atau backlink, tetapi bagaimana sebuah brand dapat diasosiasikan dengan topic tertentu di mata Google. Artinya, ‘on page optimization’ bisa berkembang menjadi ‘on-site optimization’ dan ‘off-site brand building’.

Social Media Laptop

Jika sebuah brand ingin diasosiasikan dengan topic tertentu, optimasi yang perlu dilakukan melampaui teknik optimasi website dan backlinks semata. Brand tersebut harus meningkatkan relevansi websitenya dengan topic yang ditargetkan, dan hal tersebut akan menjadi sebuah indicator bagi Google bahwa website dari brand tersebut merupakan sumber yang terpercaya bagi pengguna Google. Jika

Lalu, bagaimana caranya membangun otoritas website terhadap sebuah topic? Asosiasikan website atau brand tersebut melalui campaign online dan offline. Tulis dan publikasikan konten yang relevan. Dapatkan backlink dari website yang terkait dengan topic tersebut. Brand website kemudian akan digunakan oleh pencari ketika melakukan pencarian, sehingga terbentuk kredibilitas secara organik. Website atau brand tersebut kemudian akan dikaitkan dengan topic yang ditargetkan.

 

4. Directory submission, Private Blog Network, SEO automation

Bagi yang masih menggunakan cara ini, kamu mungkin menemukan informasi jadul ini di postingan lama, forum SEO greyhat atau bahkan blackhat. Logika yang digunakan untuk teknik ini kurang lebih serupa dengan teknik menambah backlink, dimana hal ini dianggap dapat meningkatkan ranking keyword untuk website secara signifikan. Meski memang backlink merupakan faktor penting dalam SEO, tetapi memperoleh backlink secara manipulatif bukanlah hal yang harusnya menjadi prioritasmu.

 

Kamu tahu teknik SEO lainnya yang sudah ketinggalan jaman? Yuk, bagikan di kolom komentar.

The following two tabs change content below.

Share this post:

Related Posts

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...