Perbedaan Community Manager dan Social Media Manager

Social Media Manager dan Community Manager seringkali disalahartikan sebagai hal yang sama. Sebagian besar orang menganggap kedua istilah tersebut merujuk pada satu profesi yang sama. Hal ini mengakibatkan sebagian perusahaan membuka lowongan Social Media Manager dan yang melamar adalah Community Manager, atau sebaliknya. Masih banyak yang belum memahami perbedaan Community Manager dan Social Media Manager.

Dengan berkembangnya social media, penting bagi sebuah perusahaan untuk meningkatkan online presence atau kehadiran brand di dunia maya. Salah satu cara yang paling umum digunakan adalah dengan membuat Facebook Fanpage dimana Fanpage, Twitter maupun Google+ nantinya berperan sebagai komunitas dimana terdapat banyak orang berinteraksi dan dalam perkembangannya, komunitas ini perlu dikelola.

Community Manager vs Social Media Manager

Terdapat perbedaan antara social media manager dan community manager meskipun pekerjaan keduanya seringkali bersinggungan. Walaupun keduanya memiliki karakteristik yang serupa, namun masing-masing posisi membutuhkan cara pikir berbeda yang berhubungan dengan tanggung jawab pekerjaannya. Community Manager seringkali merupakan wajah sebuah brand, berinteraksi dengan komunitas dan membuat sebuah buzz untuk perusahaan. Social Media Manager adalah penyiasat dan penghubung, dengan kemampuan untuk mengukur dan menganalisa efektivitas.

Social Media Manager secara khusus berfokus pada social media melalui posting dan penyebaran konten yang sesuai dengan tujuan branding dan pemasaran perusahaan, memantau dan membantu meningkatkan engagement di jaringan social media serta membuat laporan ROI berdasarkan perhitungan data tertentu. Social media manager biasanya membuat posting yang sesuai dengan tujuan pemasaran untuk mencapai target tertentu.

Community Manager bertugas untuk mendengarkan dan menanggapi pendapat pengguna, berperan sebagai duta sebuah brand dan juru bicara perusahaan kepada komunitas online. Di Indonesia sendiri, Community Manager lebih sering digunakan oleh perusahaan game, khususnya publisher game online. Saat ini, hampir semua publisher memiliki CM yang didominasi oleh kaum hawa, dengan anggapan hal ini dapat menarik minat gamer yang sebagian besar adalah lelaki tentunya.

Meski social media secara umum adalah bagian dari Humas, social media manager dan community manager masing-masing menggunakan ilmu tersebut dengan cara yang berbeda. Social media manager bertanggungjawab menyebarkan konten berkualitas yang diinginkan untuk tujuan pemasaran dan branding perusahaan dan juga menentukan letak demografi target yang sesuai. Sementara Community Manager memantau pembicaraan, berinteraksi dengan pengguna secara online dan bertugas sebagai customer-service jika diperlukan, menjadi juru bicara yang berfokus di forum online dan jaringan social media.

Singkatnya : Social media manager harus memiliki keahlian khusus pada jaringan social media dan konten yang dikelolanya, sedangkan Community manager harus memiliki keahlian untuk menangani orang yang berada dalam jaringan tersebut.

Social Media Manager vs Community Manager

Jika diibaratkan, Community Manager adalah gembala dan komunitas adalah kawanan dombanya. Seorang gembala merawat kawanannya, berada diantara kawanannya, namun bukanlah domba. Mereka membantu mengembangkan lingkungan yang sehat dengan menyelesaikan permasalahan yang muncul diantara kawanan. Community Manager membawa komunitasnya kearah yang baik agar dapat berkembang dan melindungi komunitasnya.

Sebagian besar (tidak semua) perusahaan membutuhkan 2 individu berbeda untuk menangani kedua profesi yang berbeda ini untuk dapat memanfaatkan social media semaksimal mungkin. Kedua profesi ini saling berhubungan dan membantu untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan.

Pada lingkungan pemasaran yang modern saat ini, tidaklah cukup jika hanya membuat Facebook page dan posting gambar, artikel atau video. Dengan bertambahnya interaksi antar brand dan pengguna secara online, perusahaan juga perlu memantau pendapat pengguna secara online dan memposting konten berdasarkan strategi yang sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan.

Pekerjaan ini dalam perkembangannya juga ternyata dapat menyita waktu dan sebuah perusahaan nantinya akan membutuhkan kedua profesi ini secara terpisah dan untuk dapat mengetahui tingkat efektivitas masing-masing profesi adalah dengan memastikan keduanya memiliki tanggung jawab, ruang lingkup pekerjaan dan peran yang berbeda.

The following two tabs change content below.

Share this post:

Related Posts

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...