Warning: curl_init() has been disabled for security reasons in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 95

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 97

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 98

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 100

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 103

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 106

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 333

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 334

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 363

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 370

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 375

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 376

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 377

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 379

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 382

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 150

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 151

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 159

Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 162

Warning: curl_errno() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 167

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 181

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 182
3 Kesalahan Emosional yang Menghalangi Kebahagiaan - Mulaniari.com

3 Kesalahan Emosional yang Menghalangi Kebahagiaan

Kondisi emosional mempengaruhi keputusan yang kamu ambil. Emosi dapat mempengaruhi pekerjaan, hubungan, dan kesehatan psikologis dan fisik. Sebuah studi juga menunjukkan bawah skill emosional dapat menentukan tingkat kesuksesan kamu di dalam hidup.

Meski emosi sangat berperan penting dalam kehidupan, besar kemungkinan kamu jarang memikirkan perasaanmu.

Kita jarang membicarakan perasaan dan sebagian besar dari kita tidak diajarkan bagaimana mengatasi perasaan dan mengendalikan emosi. Akibatnya, banyak orang (bahkan orang pintar sekalipun) melakukan kesalahan yang didorong oleh emosi.

Berikut ini adalah 3 kesalahan emosional yang dapat menghalangi kebahagiaan:

1. Menyangkal perasaan.

Lebih mudah mengatasi luka fisik daripada mengakui perasaan kita terluka. Kita terbiasa mengecilkan atau bahkan menyangkal perasaan sakit dengan berkata “Aku tidak marah”, kita biasa berpura-pura tidak tersakiti.

Tapi, mengecilkan perasaan tidak akan membuat sakit itu hilang.

Banyak yang berpikir menahan rasa sakit adalah tanda kekuatan mental. Kenyataannya, ini adalah usaha untuk berpura-pura kuat.

Mengakui perasaan tidaknya nyaman dan terkadang sangat sulit dilakukan. Namun mengakui perasaan adalah kunci untuk mengambil keputusan terbaik dan ini adalah dasar untuk mengatasi luka psikologis dengan sehat.

2. Menghindari perasaan tidak nyaman.

Takut, sedih, malu dan kecewa adalah sejumlah perasaan tidak nyaman yang tidak ingin dialami siapapun. Sebagian orang bahkan menghindari perasaan tersebut, sehingga membatasi mereka dalam hidup.

Merasakaan perasaan tidak nyaman sangat penting agar kita dapat tumbuh dewasa secara psikologis. Mengalami perasaan negatif penting agar kita dapat menghargai perasaan positif. Jika kamu terus bahagia, lama kelamaan kamu tidak akan cukup menghargainya.

Setiap kali kamu dihadapkan pada situasi tidak nyaman adalah kesempatan untuk mendapatkan kepercayaan diri. Ketika kamu dapat mengatasi ketidaknyamanan, kamu akan dapat lebih siap menghadapi rasa takut dan menghadapi tantangan hidup.

Baca Juga  Hal yang Membuat Bogor Sangat Menarik Untuk Dikunjungi

3. Mengejar kebahagiaan.

Semua orang ingin kebahagian. Semua membicarakan bagaimana cara mencapai kebahagiaan.

Namun, mengejar kebahagiaan dapat berdampak buruk. Dengan berpikir kamu dapat merasa lebih bahagia dapat menghancurkan sebuah momen. Pemikiran bahwa kamu tidak cukup bahagia dan membuat ‘kebahagiaan’ sebagai sebuah tujuan akan memberikan tekanan batin dan justru membuatmu sulit merasa bahagia.

Ketika kamu menjalankan satu aktivitas dan lainnya untuk ‘mengejar’ kebahagiaan, kamu malah tidak dapat menikmati momen yang kamu jalani dan merasa bahagia ketika menjalankannya.

Ditambah lagi, sebagian orang juga mengejar kepuasan sesaat dibandingka menunggu. Misalnya menunda pekerjaan untuk nonton film berjam-jam adalah kepuasan sesaat yang tdak disarankan.

Kepuasan sesaat dapat membuatmu senang, untuk waktu singkat. Tapi kemudian malah membuatmu merasa sedih seterusnya.

 

Cara meningkatkan skill emosional

Kamu dapat melatih skill emosional agar dapat lebih menikmati hidup. Mempertajam skill ini dapat membantu kamu menentukan prioritas, dan mencapai potensi diri yang lebih.

Sebagai langkah pertama, kenali dulu kesalahan emosional apa yang kamu lakukan, dan perbaiki perlahan. Ini bukanlah hal yang akan kamu capai dalam waktu semalam. Bersabarlah dan nikmati prosesnya di setiap langkah.

The following two tabs change content below.
Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...