Kenapa Sistem Kerja 8 Jam Per Hari Sudah Kuno?

stress kerja

Sistem kerja 8 jam per hari sudah menjadi hal kuno dan kurang efektif dalam bekerja. Meninggalkan sistem kuno ini dapat membantu kamu mencapai produktivitas kerja yang lebih baik.

Sistem kerja 8 jam per hari dibuat semasa revolusi industri sebagai usaha untuk mengurangi waktu kerja buruh yang dipaksa untuk bekerja dalam pabrik. Inovasi ini adalah pendekatan manusiawi 200 tahun lalu yang masih diterapkan hingga sekarang.

Kita diwajibkan untuk bekerja 8 jam sehari, sama seperti leluhur kita, dengan jeda istirahat 1 jam. Tidak sedikit pula orang yang masih tetap bekerja pada jam istirahat.

Sekarang, cara ini dianggap sudah kuno dan malah membatasi diri kita.

Cara Terbaik untuk Mengatur Jam Kerja

Studi terbaru dari Draugiem Group yang menggunakan aplikasi komputer untuk memonitor kebiasaan kerja karyawan. Secara spesifik, aplikasi ini mengukur berapa banyak pekerja menghabiskan waktu kerja dibandingkan dengan level produktivitasnya.

Dalam proses mengukur produktivitas, ditemukan bahwa waktu atau jam kerja tidak berpengaruh. Yang penting adalah bagaimana pekerja mengatur jam kerjanya. Mereka yang lebih teratur mengambil jeda istirahat pendek ternyata jauh lebih produktif daripada mereka yang bekerja lama.

Rasio kerja-istirahat yang ideal adalah 52 menit bekerja, dikuti oleh 17 menit istirahat. Mereka yang menjaga jadwal seperti ini memiliki level fokus yang lebih baik dalam bekerja.

Selama kurang lebih 1 jam pada satu waktu, mereka fokus pada 1 tugas yang harus diselesaikan.

Mereka tidak sesekali membuka Facebook dan terganggu membuka email. Ketika merasa lelah (kira-kira setelah bekerja 1 jam), mereka istirahat sebentar dan memiliki waktu terpisah dari kerja.

Di saat seperti ini, mereka menyegarkan pikiran dan siap untuk kembali bekerja untuk 1 jam berikutnya.

Otak Membutuhkan 1 jam Kerja, 15 Menit Istirahat

istirahat kerja

Mereka yang berhasil menemukan cara diatas berhasil meningkatkan level produktivitas karena berhasil memberikan kebutuhan dasar manusia: otak kita dapat bekerja keras dengan energi tinggi selama kurang lebih 1 jam, dan membutuhkan istirahat selama 15-20 menit setelahnya.

Sebagian besar orang yang terus menerus bekerja tanpa istirahat kecil tetap membutuhkan istirahat, akibatnya banyak yang produktivitasnya menurun dan mulai terdistraksi seperti membuka social media, membaca artikel ringan di web dan lain sebagainya.

Seringkali pekerja memaksakan bekerja meskipun lelah, tanpa memberikan kesempatan untuk beristirahat.

Disini, kegiatan seperti membuka YouTube sejenak, Facebook atau sebagainya seringkali dilakukan agar pekerja dapat tetap duduk di meja kerja, namun ingin santai sejenak.

Sayangnya, ini bukanlah istirahat otak yang sesungguhnya. Otak membutuhkan penyegaran.

Meski inovasi dan revolusi digital memudahkan kita untuk mencari hiburan dengan mudah melalui laptop atau komputer, secara natural, berdiri dan berjalan serta menghirup udara segar akan lebih cocok.

Daripada memaksakan bekerja 1-2 jam lebih lama untuk menyelesaikan tugas ketika otak sudah lelah, lebih baik memang beristirahat sejenak.

Atur Cara Kerja

planning

Tentunya tidak semua dari kita dapat keberuntungan bekerja di perusahaan yang fleksibel atau memberikan toleransi kepada pekerjanya. Masih banyak perusahaan yang mengharapkan pekerjanya duduk manis di depan komputer selama jam kerja.

Untuk itu, kamu mungkin perlu cara alternatif untuk menerapkan kerja-istirahat agar dapat menjadi lebih produktif.

Berikut ini tipsnya:

1. Bagi jam kerja dalam interval 1 jam.

Secara natural, kita merencanakan apa yang harus diselesaikan dalam 1 hari, 1 minggu atau 1 bulan. Namun akan lebih efektif jika kita membagi tujuan tersebut dalam jangka waktu dekat. Fokus pada tugas yang harus diselesaikan dalam waktu 1 jam ke depan, dan dedikasikan waktu untuk menyelesaikannya.

Selain dapat membantu pola kerja, merencanakan pekerjaan besar menjadi tugas kecil yang dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih 1 jam akan mengurangi tekanan pekerjaan dan membantu fokus.

2. Hargai waktumu.

Strategi ini hanya akan sukses jika kita sendiri fokus untuk meluangkan tenaga maksimal ketika bekerja dalam 1 jam tersebut. Hindari melakukan hal lain yang tidak menghargai waktu tersebut seperti membuka social media, nonton YouTube, dan hal lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Lakukan hal itu diluar waktu kerja 1 jam tersebut.

3. Pergunakan istirahat sebaiknya.

Ketika menjalani waktu istirahat singkat, pastikan kamu benar-benar beristirahat. Hindari memikirkan pekerjaan. Kamu bisa berjalan berkeliling kantor, membaca buku, atau ngobrol dengan kolega. Di jam sibuk, kamu mungkin berpikir ini kesempatan untuk cek email atau melakukan hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan. Sayangnya, ini malah akan memperburuk kinerja kamu.

4. Jangan menunggu hingga badan terasa lelah.

Jika kamu beristirahat ketika merasa lelah, artinya sudah terlambat. Kamu telah melewatkan puncak produktivitas. Tetap pada jadwalmu untuk melakukan istirahat singkat karena ini lebih efektif daripada memaksakan bekerja ketika kamu lelah dan tidak sanggup untuk berkonsentrasi secara penuh.

 

 

 

The following two tabs change content below.

Share this post:

Related Posts

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...