Facebook EdgeRank Sudah Mati

Percaya atau tidak,Facebook EdgeRank sudah mati lebih dari 2 tahun lalu. “EdgeRank” adalah istilah yang digunakan untuk menyebut algoritma news feed Facebook. Facebook menyatakan bahwa mereka terus mengembangkan algoritmanya, namun tidak lagi menggunakan istilah EdgeRank.

Awalnya, algoritma Facebook disebut news feed algorithm, selanjutnya Facebook sendiri menyebutnya EdgeRank dan barulah kemudian Facebook menyatakan tidak lagi menggunakan algoritma EdgeRank. Apapun istilah yang digunakan, algoritma Facebook memang terus berkembang dan menjadi semakin rumit.

Meski begitu, algoritma Facebook dapat dirangkum secara singkat dengan memahami konsep bahwa apapun yang kamu lakukan di Facebook bakal mempengaruhi apa yang kamu dan temanmu lihat di news feed.

 

Berikut ini adalah 3 konsep utama Facebook EdgeRank yang disampaikan secara resmi oleh Facebook :

Facebook Edgerank

Facebook Edgerank

  1. Affinity Score : Facebook memperhitungkan kondisi kedekatan para pengguna Facebook terhadap halaman yang dimiliki, seperti seberapa dekat orang yang melakukan tindakan tersebut dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan tindakan.
  2. Edge weight : Setiap action/ tindakan yang dilakukan pengguna akan membuat suatu edge dan setiap edge tersebut. Setiap tindakan memiliki skornya sendiri. WhatIsEdgeRank membagi jenis status ini menjadi 4 (dimulai dari bobot tertinggi), antara lain: Video, Foto, Tautan, dan Teks. Jadi sangat disarankan untuk membuat status dalam bentuk video atau gambar karena semakin banyak penggemar yang berkomentar, berbagi, dan menyukai maka akan semakin tinggi juga tingkat EdgeRank-nya.
  3. Time Decay : Always update, ini adalah acuan terakhir yang harus diperhatikan karena EdgeRank sangat menyukai halaman yang berisikan konten baru yang unik, menarik dan tentu saja bermanfaat bagi para pengguna lainnya.

 

Jeff Widman, penulis EdgeRank.net menyatakan meski algoritma news feed menggunakan nama baru dan memiliki cara perhitungan yang lebih rumit untuk menentukan peringkat di news feed, algoritma tersebut sepertinya masih mengacu pada 3 poin penting yaitu affinity score, edge weight dan time decay.

 

Fitur Baru dengan Dasar dan Tujuan yang Sama

Meski algoritma Facebook terus berkembang, tentunya Facebook memiliki tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memberikan konten yang menarik dan berguna sehingga pengguna akan terus kembali menggunakan Facebook.

Sebagai Community Manager, tentunya sangat penting untuk mengetahui konten apa yang dianggap menarik dan berguna agar dapat meningkatkan brand engagement di Facebook. Untuk membantu tujuan tersebut, Facebook menyatakan mereka akan memberikan informasi resmi mengenai algoritma tersebut (seperti yang selama ini dilakukan oleh Google).

 

Facebook Story Bumping

Facebook Story Bumping

Untuk memenuhi janji tersebut, Facebook mengumumkan fitur “story bumping” dimana post dari halaman/ page yang populer bakal memiliki kesempatan yang lebih besar untuk muncul di news feed meski post tersebut sudah berumur beberapa jam (bukan konten segar dengan faktor time decay) dan dapat berada di posisi atas apabila masih mendapat banyak like dan comment.

Prioritas ini menggunakan salah satu konsep lama Facebook (EdgeRank) dengan cara yang baru. Meski begitu, Facebook juga sudah mengumumkan bahwa mereka juga telah mengupdate konsep algoritma baru yang bakal menyaring konten berkualitas rendah dari news feed.

Online marketer dan tentunya Community Manager seringkali dibuat bingung dengan istilah yang berubah-ubah karena memang dalam dunia teknologi dan strategi pemasaran online, banyak hal yang terus berkembang dengan cepat. Contohnya SEO.

Facebook Edgerank is DeadLalu, jika EdgeRank Facebook sudah musnah, apakah berarti kita tidak lagi bisa menggunakan nama EdgeRank? Jika Facebook sendiri sudah tidak menggunakan istilah tersebut, berarti kita juga harusnya tidak menggunakannya. Konsep “EdgeRank” sendiri sebenarnya masih hidup, namun istilah “EdgeRank” sudah mati dan harusnya tidak digunakan lagi.

Apapun nama yang digunakan, hal paling penting yang perlu diperhatikan adalah pemahaman perkembangan algoritma itu sendiri. Jika kamu tidak sukses di news feed, maka kamu gagal di Facebook sebagai online marketer.

Meski banyak faktor dan tool yang bisa membantu kamu memahami algoritma Facebook, kamu juga perlu memahami bahwa tidak ada cara pasti untuk mengetahui posisi pasti story kamu di Facebook news feed. Sama seperti Google, Facebook juga memberikan hasil yang berbeda pada news feed setiap orang.

 

Hilangnya istilah EdgeRank bukan berarti kamu harus bingung dalam menentukan strategi. Hal ini adalah tantangan lainnya untuk memahami perilaku pengguna dan membuat konten dengan user engagement yang tinggi karena Facebook sendiri ingin agar penggunanya betah dengan konten yang berkualitas.

The following two tabs change content below.

Share this post:

Related Posts

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...