Warning: curl_init() has been disabled for security reasons in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 95

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 97

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 98

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 100

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 103

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 106

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 333

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 334

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 363

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 370

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 375

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 376

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 377

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 379

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 382

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 150

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 151

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 159

Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 162

Warning: curl_errno() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 167

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 181

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mulaicom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 182
Cara Bersihkan Digital Footrprints di Internet (Jejak Digital) - Mulaniari.com
Digital Footprints

Cara Bersihkan Digital Footrprints di Internet (Jejak Digital)

 

Jejak Digital atau Digital Footprint mencakup semua aktivitas online kamu, mulai dari komentar di situs berita atau social media, hingga histori pembelanjaan online. Semakin banyaknya data yang dikumpulkan dari Internet, penting untuk menjaga privasi data personal kamu untuk menjaga identitas dan reputasi kamu.

Keamanan berinternet bukan lagi diperlukan hanya untuk komputer atau laptop, tapi juga perangkat mobile yang kamu gunakan setiap hari.

Pengendalian digital footprint bukan cuma penting untuk menghindari serangan hacker, tapi reputasi online juga semakin penting. Saat ini, ketika kamu melamar kerja, tidak jarang social media kamu juga akan dicek.

Active Vs Passive Digital Footprints

Jejak digital dapat dibedakan menjadi kategori aktif dan pasif. “Passive” digital footprints adalah jejak digital yang kamu tinggalkan tanpa sengaja. Contohnya website yang mengumpulkan informasi sesering apa kamu mengakses website tersebut selama jangka waktu tertentu. Kamu tidak memilih untuk meninggalkan jejas ini; data ini diambil oleh website tersebut melalui proses tersembunyi yang mungkin tidak kamu sadari.

“Active” digital footprints adalah jejak yang kamu tinggalkan ketika kamu melakukan sesuatu secara sengaja; misalnya posting di social media, login kedalam sistem project management berbasis cloud, perubahan username, dan lainnya.

Kedua kategori digital footprints ini dapat dlacak dan dianalisa oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Ketika kamu mengambil langkah untuk mengendalikan jejak digital, kamu juga mulai melindungi reputasi keluarga dan teman kamu.

 

Langkah Untuk Melindungi Jejak Digital

 

1.Cek reputasi kamu di search engine

Ketikkan nama lengkap kamu di search engine, dan cek hasil pencarian yang muncul. Lakukan riset menggunakan keyword nama depan dan nama belakang, nama alias dan juga nama panggilan yang pernah kamu gunakan. Apakah hasil pencarian yang muncul di 2 halaman pertama postif atau negatif? Apakah membahayakan reputasi pribadi atau personal kamu?

Baca Juga  4 Setrika Uap Yang Bisa Kamu Miliki Dengan Harga Terjangkau

Jika kamu menemukan konten yang dapat membahayakan karir atau kehidupan personal kamu di sebuah website, coba untuk meminta administrator website tersebut untuk menghapusnya.

 

2. Periksa ulang pengaturan privasi kamu

Pengaturan privasi di social media memungkinkan kamu untuk membatasi siapa yang bisa melihat postinganmu. Coba pelajari pengaturan yang tersedia pada social media yang kamu gunakan. Contohnya, Facebook memiliki pengaturan untuk membatasi post hanya bisa dilihat oleh teman, atau teman yang ada dalam daftar yang kamu tentukan.

Meski begitu, jangan harap pengaturan ini bisa melindungi kamu sepenuhnya, karena bisa saja konten tersebut ternyata bisa ditemukan dari Google search atau Google image.

 

3. Gunakan password yang kuat namun mudah diingat

gembok

Setiap kali kamu membuat password, usahakan untuk gunakan kombinasi huruf dan angka, simbol hingga huruf kapital. Buat password yang unik, namun juga mudah untuk kamu ingat. Hindari password umum yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, hari jadian, nama pasangan atau anggota keluarga lain yang dapat diketahui orang lain.

 

4. Cek aplikasi di perangkat mobile

Perangkat mobile sudah pasti harus kamu proteksi menggunakan password atau lock pattern. Selain itu, cek juga aplikasi yang ada di mobile kamu. Secara berkala, cek pengaturan privasi aplikasi di perangkat mobile kamu. Baiknya, kamu hapus apps yang memang tidak digunakan untuk menghindari data kamu disimpan oleh pihak luar.

 

5. Bangun reputasi online yang positif

 

Pikir secara matang apa yang kamu posting di social media, dan komentar yang kamu tinggalkan di website yang kamu kunjungi. Pastikan kamu menjaga perilaku ketika online karena semua orang dapat melihat apa yang kamu lakukan di Internet.

Baca Juga  5 Hosting Website Gratis Selain WordPress

 

Punya saran lainnya? Silakan share di kolom komentar.

The following two tabs change content below.
Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...