3 Game Indonesia Debut Perdana di Nokia X

Belum lama ini, Smartphone Nokia Android X telah diumumkan secara resmi. Karena Indonesia merupakan salah satu pengguna Nokia terbesar, maka Nokia Indonesia menggandeng developer lokal untuk ikut berperan meramaikan ekosistem platform terbaru dari Nokia tersebut.

Saat ini, 3 developer Indonesia masing-masing telah siap meluncurkan sebuah judul game perdana untuk Nokia X. Berdasarkan keterangan dari Nokia Developer Evangelist Narendra Wicaksono, ketiga developer tersebut adalah Own Games, The Wali Studio, dan Arsanesia.

Berikut ini adalah 3 game buatan developer lokal yang siap diluncurkan untuk Nokia X, smartphone Android perdana Nokia :

Eyes On Dragon dari Own Games

Eyes On Dragon dari Own Games

Eyes on Dragon mengangkat maskot Own Games yang bernama Tako sebagai tokoh utama. Game bertipe running ini menggunakan grafis 3D dan sejumlah fitur unik seperti tongkat sihir yang bisa mengubah cuaca dan mini game berjudul “Flappy Cow”.

Own Games sebelumnya banyak mengembangkan game untuk platform Nokia Asha dan Windows Phone. Hingga kini, Own Games telah membuat 10 judul game dengan total angka download sebesar 3,9 juta.

Tales of Marble – The Wali Studio

Tales of Marble (The Wali Studio)

Tales of Marble adalah game bertema kelereng (marble) di mana pemain berusaha mendorong sejumlah kelereng keluar dari “pot”. Cara bermainnya mirip dengan Angry Birds. Tapi pemain tak menembakkan burung dengan ketapel, melainkan kelereng.

Sejumlah power-up dengan kemampuan khas masing-masing bisa dipakai untuk mempermudah permainan, sementara tampilan kelereng bisa dikustomisasi dengan atribut seperti kumis dan topi polisi.

The Wali Studio sebelumnya juga telah membuat judul-judul game untuk platform Nokia dan berhasil mengumpulkan angka download sebanyak 1,5 juta.

Roly Poly Penguin (Arsanesia)

Roly Poly Penguin (Arsanesia)

Roly Poly Penguin memiliki mekanisme bermain mirip dengan game Pokopang di Line. Dalam game ini, pemain “memberi makan” seekor burung penguin dengan menghubungkan ikan-ikan yang berwarna sama¬† dalam garis tak terputus. Ikan tersebut juga dapat “berevolusi” untuk menghasilkan skor lebih tinggi.

 

Versi Nokia X dari Eyes on Dragon dan Tales of Marble merupakan hasil porting dari game serupa di Windows Phone, sementara Roly Poly Penguin sebelumnya telah memiliki versi Android.

Nokia menyebutkan bahwa 75 persen aplikasi Android yang beredar saat ini bisa berjalan di Nokia X tanpa perlu modifikasi apapun. Sisanya harus melalui proses porting singkat dengan SDK Nokia X.

Nokia X tidak memiliki akses ke toko online Google Play. Sebagai gantinya, aplikasi-aplikasi Android -termasuk ketiga game di atas- bisa diperoleh lewat toko Nokia Store.

Nokia Store menawarkan kelebihan yang tak dimiliki Google Play, yaitu mekanisme pembayaran carrier billing alias potong pulsa yang tersedia melalui 163 operator seluler di 61 wilayah di seluruh dunia. Tingkat konversi pengguna untuk metode carrier billing disebutnya 10 kali lebih tinggi dibandingkan kartu kredit.

Nah, bagaimana menurut kamu? Apakah Nokia bakal kembali berjaya di pasar smartphone di Indonesia?

 

 

 

The following two tabs change content below.

Share this post:

Recent Posts

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...